
Li Ka-Shing
Hari ini, teman kantor bagi link menarik di Yahoo News. Artikel tentang Li Ka Shing, bilioner Hong Kong berbagi pemikiran menarik tentang hidup berkembang tapi tetap sesuai kebutuhan. Ini katanya:
Berapapun pendapatan Anda, sebisa mungkin bagilah ke dalam 5 pos. Â Pos yang pertama, sekitar 30% bisa untuk biaya hidup sehari-hari. Ketimbang beli macem-macem, banyak-banyak makan sayur. Kalau masih muda, badan masih oke lah.Â
Jadi, 30% ini bisa dipakai buat makan, nge-kost, nyicil motor, apapun itu yang tergolong living expenses. Kalau gaji 5 juta di Jakarta, berarti 30%-nya cuma Rp1,5 juta. Hm, kalau nge-kost ya berat..apa lagi di tengah kota. Pilihannya ialah nge-kost deket kantor dengan budget maksimal Rp900 ribu, jalan kaki ke kantor, dan makan 600 ribu sebulan. Wah, prihatin. Kalau masak sendiri sih bisa. Beli nasi di warung makan padang. Beli telor 1/2 kg buat seminggu. Beli lalapan dan sambel botol. Pasti cukup. #pernahngalamin
Hahaha.
Nah, yang masih tinggal di rumah ortu, lumayan lah. Masih bisa napas. Budget bisa dipakai buat ongkos transportasi, atau bisa nyicil motor Rp700 ribu per bulan. Sisanya buat bensin dan parkir.
Pos ke-2, 20%. Gunakan untuk memperluas jaringan. Beli pulsa buat kontak temen (termasuk buat internetan, facebook-an), buat jaringan baru, dan jangan segan buat traktir makan teman.Â
WHATTTTT? Gue disuruh hidup prihatin, tapi malah harus ada budget buat traktir orang lain?Â
Menurut Li Ka Shing, enggak sembarang orang yang kita traktir. Pilih yang lebih pinter, lebih kaya, lebih punya banyak ide, ketimbang kita. Lakukan tiap bulan (bisa ke orang yang berbeda). Setelah satu tahun, jaringan ini akan makin meluas dan imej kita juga jadi sangat baik.
Jadi, kalau gaji Rp5 juta, alokasi pos ini ialah Rp1 juta. Buat pulsa telepon dan internet Rp200 ribu. Sisanya Rp800 ribu. Bisa tuh buat traktir 4 orang: 1x seminggu, budget @200 ribu. Atau bisa juga traktir 3 orang lalu beli hadiah buat teman yang punya momen spesial.
Pos ke-3 sebesar  15%. Gunakan untuk perkembangan intelektual: beli buku dan ikut seminar. Pilih yang bermutu. Pelajari baik-baik lalu ceritakan kembali dengan bahasa kita sendiri. Sharing ke orang-orang. Ini bisa naikin kredibilitas kita. Jangan lupa sisihkan untuk nabung ikutan seminar yang berkualitas. Selain dapat ilmunya, otomatis dapat jaringan baru.
Jadi, kalau gaji Rp5 juta maka alokasi untuk pos ini ialah Rp750 ribu. Pilah pilih buku, budget Rp300 ribu. Sisanya tabung buat ikutan seminar. Atau cari seminar gratisan juga lumayan kok. Asal bisa pilih yang bagus. Â Jaringan baru pasti dapet, lah.
Pos ke-4 sebesar 10%, gunakan buat nabung buat jalan-jalan ke luar negeri. Ini bakal jadi ‘hadiah’ sekaligus nambah pengalaman. Selama lima tahun, pasti udah lebih banyak negara yang bisa dikunjungi.Â
Oke, ini artinya nabung Rp500 ribu per bulan. Setahun bisa dapat Rp6 juta. Masuk akal sih. Duit segitu lumayan bisa ke negara-negara di Asia Tenggara, seperti Singapura atau Malaysia. Bisa juga agak jauhan, ke Hong Kong, Macau, atau bisa kok sampai Khatmandu juga. Bisa coba tabungan terencana kalo gitu, ya. Biar enggak gatel mau narik sebelum waktunya.
Pos ke-5 sebesar 25% gunakan untuk modal bisnis. Jualan kecil-kecilan. Ini risiko kecil, jadi tergolong aman. Kalau berhasil, ini bisa naikin percaya diri.Â
Nah, ini menarik. Jika gaji Rp5 juta, maka alokasi modal bisnis ialah Rp1.250.000. Li Ka-Shing menyarankan modal ini bisa buat beli produk grosiran, lalu jual eceran. Kalau untung, bikin pede. Kalau rugi, anggaplah ongkos belajar bisnis.
Kalau saya, otomatis mikir ikut MLM. Modal relatif kecil, ada training-training pengembangan diri, dan lingkungan orang-orang yang penuh motivasi. Hehehe.
Then, kalau udah ngelakuin ini selama satu tahun secara konsisten, tapi pendapatan tetep sama, artinya kita tidak berkembang. Disitu-situ aja. Kata Li Ka-Shing, “You should be really ashamed of yourself. Do yourself a favour and go to the supermarket and buy the hardest tofu. Take it and smash it on your head because you deserve that.”
hahaha. Agree!
Li Ka-Shing juga menyarankan part time- sales. Iya, jadi sales. Jualan.
Doing sales is challenging, but it is the fastest way for you to acquire the art of selling and this is a very deep skill that you will be able to carry it for the rest of your career. All successful entrepreneurs are good sales people.
Bener. Kerjaan yang bikin malesin itu jadi sales. Gengsi, soalnya. Sales dianggap hina. Dulu waktu saya pertama kali ikutan MLM Oriflame pun sama. Gengsi. Ahaha.
No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself useful. Increase your investment in networking. When you increase your social investment, expand your network of contacts, your income also grows proportionately. Increase your investment in learning, strengthen your self confidence, increase investment in holidays, expand your horizons and increase investment in the future, and that will ultimately increase your income.
Maintain this balance and gradually you will begin to have a lot of surplus. This is a virtuous circle of life plans. Your body will start to get better and better as you get more nutrition and care. Friends will be aplenty and you will start to make more valuable connections at the same time. You will then have the conditions to participate in very high-end training and eventually youâll be exposed to bigger projects, bigger opportunities. Soon, you will be able to gradually realize your various dreams, the need to buy your own house, car, and to prepare an adequate education fund for your childâs future.
Life can be designed. Career can be planned. Happiness can be prepared. You should start planning now. When you are poor, spend less time at home and more time outside. When you are rich, stay at home more and less outside. This is the art of living. When you are poor, spend money on others. When youâre rich, spend money on yourself. Many people are doing the opposite.
When you are poor, be good to others. Donât be calculative. When you are rich, you must learn to let others be good to you. You have to learn to be good to yourself better. When you are poor, you have to throw yourself out in the open and let people make good use of you. When you are rich, you have to conserve yourself well and donât let people easily make use of you. These are the intricate ways of life that many people donât understand.
Woaaa… petuah yang selalu akan saya baca, baca dan baca lagi biar nempel di kepala dan bisa selalu ingat. đ
Oke, tidak ada waktu terlambat buat memulai cara ini. Kelak, saat Tirto Adhi beranjak besar, pasti akan saya ajari 5 pos penghasilan saat dia baru menerima penghasilan pertamanya. đ
Bahan tulisan diambil dari sini.